Kamis, 19 Januari 2017

Ciri-Ciri Makhluk Hidup Lengkap dengan Pembahasannya



     Makhluk di bumi terdiri atas makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Contoh-contoh makhluk hidup ialah manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, bakteri, fungi (jamur), alga, protista dan sebagainya. Meskipun kesemua contoh yang telah disebutkan memiliki penampakan yang berbeda, namun secara umum makhluk hidup memiliki ciri atau karakteristik yang sama yang membedakannya dengan makhluk tak hidup. Let’s find out!
  1.   Memerlukan Nutrisi atau Makanan untuk Energi

    Kupu-kupu memperoleh nutrisi dari nektar bunga. Kupu-kupu akan menggunakan energi kimia yang tersimpan dalam nektar untuk terbang dan aktivitas lain

         Makanan dapat diperoleh dengan memakan organisme lain seperti pada hewan, fungi maupun membuat sendiri misalnya tumbuhan melalui proses fotosintesis dan beberapa organisme uniseluler melalui proses kemosintesis. Semua makhluk hidup memerlukan energi untuk melakukan semua proses kehidupannya. Energi  contohnya digunakan  untuk bertumbuh, berkembang, bergerak, mempertahankan homeostatis, dan lain-lain. Tetapi sebagian besar energi diubah menjadi energi panas yang kemudian dibuang ke lingkungan sebagai panas.

    2.      Bertumbuh dan Berkembang

        Pertumbuhan terjadi bersamaan dengan perkembangan. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran (tinggi, massa tubuh) organisme akibat pembelahan sel. Pertumbuhan dapat diamati dengan mudah, contohnya tinggi pohon 10 meter dan massa seseorang 50 kg. Kebanyakan pohon selama hidupnya akan terus bertumbuh, sedangkan hewan memiliki batas pertumbuhan maksimum ketika telah dewasa.
         Perkembangan adalah perubahan struktur tubuh organisme untuk mencapai kematangan fungsi organ-organnya. Contoh perkembangan misalnya kecambah berkembang dari biji, metamorfosis katak, dan pembelahan sel-sel dari zigot hingga membentuk organ-organ yang berdiferensisasi sesuai fungsi.


    Kecebong bertumbuh dan berkembang menjadi katak dewasa.



     

     

     

     

     3.       Berkembang biak atau Bereproduksi

             Makhluk hidup mempertahankan spesiesnya dengan berkembang biak. Spesies (jenis) adalah organisme yang jika kawin dengan organisme lain yang sejenis maka akan menghasilkan keturunan yang fertil (subur). MIsalnya kucing akan kawin dengan kucing, kelinci dengan kelinci dan bukan kucing dengan kelinci atau sebaliknya. Jika individu dalam suatu spesies tidak bereproduksi maka spesies akan terancam punah.

           Reproduksi terjadi secara aseksual dan seksual. Aseksual maksudnya perkembangbiakan yang tidak melibatkan penggabungan sel telur dan sel sperma. Contohnya dengan cara membelah diri, konjugasi, cangkok, stek, dan lain-lain. Organisme yang bereproduksi secara aseksual contohnya amoeba dengan membelah diri. Pertama-tama induk akan mengkopi gen-gennya untuk diwariskan kepada sel anakan, selanjutnya amoeba yang telah menerima gen-gen yang identik (kecuali terjadi mutasi) akan membelah menjadi 2.

          Cara reproduksi yang lain yaitu reproduksi seksual, yaitu dengan melibatkan penggabungan sel telur dengan sel sperma lalu membentuk zigot. Contohnya pada hewan, tumbuhan tingkat tinggi, lumut dan paku pada setengah fasenya dan manusia.

     

    Amoeba sedang membelah diri


    4.       Menanggapi Rangsang

            Rangsangan adalah segala sesuatu yang menyebabkan organisme bereaksi akibat lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Kemampuan organisme untuk menanggapi rangsang memungkinkan organisme untuk bertahan dan aman. Organisme yang tidak mampu menanggapi/merespons bahaya akan terancam hidupnya.

                 Contoh-contoh organisme dalam menganngapi rangsangan:

    • Hewan-hewan bergerak dengan berjalan, berlari, mencakar

    • Tanaman merespons cahaya, gravitasi, air, sentuhan

    • Retina mata manusia yang sensitif terhadap cahaya

       

      Tanaman venus (Dionaea muscipula) sangat sensitif terhadap sentuhan. Tepi runcing di pinggiran daun akan mendeteksi sentuhan dari serangga lalu merespons dengan menutup daunnya untuk memerangkap serangga. Daun akan mensekresikan/mengeluarkan enzim yang dapat membunuh serangga kemudian mencernanya. Tanaman venus biasanya tumbuh di tanah yang miskin nitrogen, kekurangan nitrogen diperoleh dari serangga yang "dimakannya".
       
      5.      Beradaptasi dengan Lingkungan

                       Adaptasi merupakan karakteristik yang diwariskan dari induk kepada anakan agar suatu organisme bisa sintas (survive atau bertahan. Adaptasi memungkinkan makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Adaptasi makhluk hidup yang sedemikian kompleks terjadi melalui proses evolusi yang panjang. Contoh-contoh adaptasi: 

  • Lidah katak beradaptasi menjadi panjang untuk menangkap serangga
  • Akar tanaman anggrek beradaptasi pada lingkungan yang   minim tanah
  • Corak hitam putih tubuh zebra (Equus burchelli) untuk mengelabui pandangan predator
  • Daun kaktus berbentuk duri untuk mengurangi penguapan  
    Kuda laut beradaptasi dengan bentuknya sebagai kamuflase yang sesuai dengan lingkungan di sekitar

     
    6.       Tersusun atas Sel    

           Semua makhluk hidup tersusun atas satu atau banyak sel. Sel adalah unit dasar struktural dan fungsional makhluk hidup. Makhluk hidup satu sel seperti protozoa dan bakteri, sedangkan hewan tingkat tinggi dan manusia adalah multiseluler yang terdiri dari triliunan sel. Setiap sel diselubungi (dibungkus) oleh membran sel atau membran plasma. Membran sel memisahkan sel dengan lingkungandi luar sel. Membran sel juga mengatur molekul-molekul yang  masuk dan keluar dari dan menuju sel.

            Tipe sel dibedakan menjadi prokariot dan eukariot berdasarkan ada tidaknya membran plasma. Membran plasma memisahkan sel dengan lingkungan di luar sel. Prokariot adalah sel yang tidak memiliki membran inti sel bahkan sebenarnya tidak memiliki inti sehingga DNA yang sirkuler menyebar di plasma sel. Sel eukariot memiliki membran nukleus (inti) sel yang memisahkan inti dari plasma sel, jadi DNA eukariot terdapat dalam inti yang terselubung. Makhluk hidup yang termasuk prokariot adalah bakteri dan arkaebakteria. Selain dari kedua itu maka termasuk eukariot kecuali virus.

Paramecium salah satu uniseluler dan kerbau Afrika (Syncerus caffer) salah satu multiseluler 

7.       Mempertahankan kondisi Homeostatis

       Homeostatis adalah cara organisme agar selalu berada dalam kondisi yang stabil. Mekanisme homeostatis berlangsung secara otomatis, artinya sistem akan mengatur otomatis jika terjadi hal-hal yang membahayakan organisme. Contoh-contoh homeostatis: 

  • Konsentrasi glukosa dalam tubuh. Sel dalam tubuh membutuhkan suplai glukosa yang konstan. Oleh karena itu jika konsentrasi glukosa menurun, misalnya saat lapar, otomatis hati akan mengubah glikogen (lemak) menjadi glukosa untuk diedarkan ke darah. Sebaliknya saat konsentrasi glukosa naik ketika makan glukosa akan disimpan di hati dan sel otot.

    • Tubuh mengeluarkan keringat untuk mencegah suhu tubuh terlalu tinggi. Suhu yang terlalu tunggi dapat merusak organ-organ tubuh.

      Keringat sebagai upaya mempertahankan homeostatis tubuh

       Referensi:

      • Biggs, A., et al. 2008. Biology. The Mc Graw-Hill Companies. USA.

        • Reece, J.B., et al. 2014. Campbell Biology 10th Edition. Pearson Education, Inc. USA.

          • Solomon, E. P., et al. 2008. Biology 8th Edition. Thomson Corporation. USA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar